Thresher Shark Project Indonesia

Thresher Shark Project Indonesia didirikan pada 2018 dengan dukungan awal dari Conservation Leadership Programme (CLP) for Asia Pacific Region. Projek ini bertujuan untuk melindungi hiu tikus (Alopias pelagicus) yang terancam punah di Pulau Alor, Indonesia dengan menyelidiki habitat kritisnya, pentingnya hiu tikus secara sosial-ekonomi untuk masyarakat sekitar dan sosialisasi terkait konservasi hiu tikus ke sekolah-sekolah lokal. Kami menggabungkan penelitian dan pelibatan masyarakat untuk menginformasikan keputusan kebijakan untuk perlindungan spesies hiu tikus.

Kabar Terbaru

Pelajari lebih lanjut tentang aktivitas terbaru kami; mulai dari penandaan hiu tikus pertama dengan tanda satelit (satellite tag), mengunjungi sekolah-sekolah lokal untuk membacakan buku cerita hiu tikus, hingga bertemu dengan Bupati Alor.


Thresher Shark Project Indonesia: Pemerintah Kabupaten Alor Memberikan Dukungan Penuh

Hiu tikus atau Thresher Shark merupakan salah satu spesies hiu yang kini masuk ke dalam daftar merah IUCN (International Union for Conservation of Nature). Meski dinyatakan sebagai hewan yang circum global atau dapat ditemukan hampir di seluruh dunia, keberadaan hiu tikus baru dapat diamati di alam melalui aktivitas selam di Malapascua, Filipina. Meski demikian,  ternyata…

Read more
Shark Conservation Fund – Project: Pengembangan Kebijakan Konservasi Lokal untuk Pelagic Thresher Shark (Alopias pelagicus) di Pulau Alor, Indonesia

Hiu tikus pelagis (Alopias pelagicus) adalah salah satu spesies yang paling banyak mendarat di pasar hiu Indonesia. Baru-baru ini, spesies hiu tikus direklasifikasi dari Rentan menjadi Terancam Punah oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN). Hal ini lantaran, IUCN mencatat penurunan populasi yang signifikan dan berkelanjutan. Terlepas dari perubahan status, hiu thresher atau hiu…

Read more
Praktek Penangkapan dan Perdagangan Hiu Thresher

Penangkapan hiu Thresher oleh komunitas lokal di provinsi Alor telah terjadi selama lebih dari 50 tahun. Walaupun demikian penangkapan hiu Thresher bukanlah merupakan tradisi dari masyarakat Lewalu dan Ampera di Alor. Mereka hanya menangkap hiu Thresher saat mereka tidak bisa menangkap ikan lain. Bagi mereka, hiu Thresher memiliki nilai yang sama seperti ikan yang mereka…

Read more

"Jumlahku terus menurun,
bantu aku agar tetap hidup di habitatku
di Selat Pantar dan Laut Indonesia."


80%

Penurunan jumlah Hiu Tikus selama 10 tahun terakhir

50%

Sebagai tangkapan sampingan pada perikanan tuna

±US$ 13JT

Per tahun sebagai atraksi wisata selam

Sumber: Laporan Kementerian Kelautan dan Perikanan (2016) dan Cruz, C (2016)

Thresher Shark (Hiu Tikus) Alopias pelagicus

Masuk kategori "Vurnerable" dari International Union for Conservation of Nature (IUCN) atau kategori "rentan mengalami kepunahan"

Dilindungi dalam Permen KP No. 26 Tahun 2013 & Termasuk dalam daftar CITES Appendix II sebagai jenis yang dilarang diekspor

BANTU KAMI

Mari terlibat dalam upaya konservasi hiu tikus