Thresher Shark Indonesia

Thresher Shark Indonesia merupakan sebuah inisiatif yang bergerak di bidang konservasi Hiu Tikus berbasis masyarakat. Thresher Shark Indonesia dipelopori oleh anak muda Indonesia pada tahun 2018, dengan tujuan proyek ini adalah untuk memahami kerentanan populasi dan habitat kritis Hiu Tikus dengan melibatkan komunitas lokal.

Kabar Terbaru

Pelajari lebih lanjut tentang aktivitas terbaru kami; mulai dari penandaan hiu tikus pertama dengan tanda satelit (satellite tag), mengunjungi sekolah-sekolah lokal untuk membacakan buku cerita hiu tikus, hingga bertemu dengan Bupati Alor.


Pemasangan Internal Acoustic Tag pada Hiu Tikus Menjadi yang Pertama di Indonesia dan Dunia

Pada 25 September 2020 – 10 Oktober 2020, tim Thresher Shark Indonesia kembali melakukan penelitian lanjutan terkait habitat Hiu Tikus. Pada penelitian kali ini, Thresher Shark Indonesia berhasil menjadi pelopor penelitian habitat Hiu Tikus di Alor. Penelitian tersebut memasangkan penanda satelit MiniPAT, penanda akustik internal, dan sistem jaringan penerima (receiver) yang akan membantu untuk memantau…

Read more
Bupati Alor, Amon Djobo Meresmikan Rencana Kerja Thresher Shark Indonesia

Alor – Bupati Amon Djobo secara langsung meresmikan acara Launching Program Kerja Thresher Shark Indonesia tahun 2020 – 2021 pada Selasa, (22/09) di kantor Bupati Alor. Peresmian juga dihadiri oleh beberapa Kepala Dinas di wilayah kerja Kabupaten Alor, Tokoh Masyarakat, serta Pelaku Usaha di kawasan Alor, Nusa Tenggara Timur. Acara ini dibuka dengan sambutan Rafid…

Read more
Lindungi Hewan Langka Kapolres Alor Ngopi Bareng

Bertempat di rumah jabatan Kapolres Alor , laki- laki yang yang akrab di panggil Christmas itu mengajak Thresher Shark Indonesia dalam kegiatan Ngobrol Pintar (Ngopi) Bareng Kapolres tentang gerakan perlindungan Tresher Shark atau Hiu Tikus di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Selasa malam (22/09). Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Alor Akbp Agustinus Christmas, S.I.K di…

Read more

"Jumlahku terus menurun,
bantu aku agar tetap hidup di habitatku
di Selat Pantar dan Laut Indonesia."


80%

Penurunan jumlah Hiu Tikus selama 10 tahun terakhir

50%

Sebagai tangkapan sampingan pada perikanan tuna

±US$ 13JT

Per tahun sebagai atraksi wisata selam

Sumber: Laporan Kementerian Kelautan dan Perikanan (2016) dan Cruz, C (2016)

Thresher Shark (Hiu Tikus) Alopias pelagicus

Status konservasi Hiu Tikus (Alopias pelagicus) baru saja naik menjadi “Terancam Punah” (EN) dari sebelumnya “Rentan” (VU) oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN). Kepedulian Internasional terkait spesies ini meningkat, tetapi penelitian terkait spesies ini masih belum banyak tersedia. Populasi mereka terus berkurang akibat dari tangkapan sampingan dan sebagai target perikanan, baik dalam skala besar maupun kecil.

Selain itu, Hiu Tikus juga terdaftar dalam Appendix II di Convention on International Trade in Endangered Wild Fauna and Flora. Meski demikian, perlindungan di tingkat lokal maupun nasional belum diterapkan karena kepentingan sosial dan ekonomi di Indonesia.

BANTU KAMI

Mari terlibat dalam upaya konservasi hiu tikus