Tentang Projek

Thresher Shark Project Indonesia didirikan pada 2018 dengan dukungan awal dari Conservation Leadership Programme (CLP) for Asia Pacific Region. Projek ini bertujuan untuk melindungi hiu tikus (Alopias pelagicus) yang terancam punah di Pulau Alor, Indonesia dengan menyelidiki habitat kritisnya, pentingnya hiu tikus secara sosial-ekonomi untuk masyarakat sekitar dan sosialisasi terkait konservasi hiu tikus ke sekolah-sekolah lokal. Kami menggabungkan penelitian dan pelibatan masyarakat untuk menginformasikan keputusan kebijakan untuk perlindungan spesies hiu tikus.

Kabar Terbaru

Pelajari lebih lanjut tentang aktivitas terbaru kami; mulai dari penandaan hiu tikus pertama dengan tanda satelit (satellite tag), mengunjungi sekolah-sekolah lokal untuk membacakan buku cerita hiu tikus, hingga bertemu dengan Bupati Alor.


Proyek dan Pencapaian dari Thresher Shark Project di Tahun 2019

Hiu Thresher (Alopias spp.) baru saja ditambahkan ke dalam Convention on International Trade in Endangered Species (CITES, Appendix II)(CoP 17 Prop.43). Mereka merupakan salah satu dari seluruh spesies pelagis yang paling rentan dan diperkirakan populasinya telah menurun sekitar 83%, sebagai akibat dari tangkapan sampingan atau menjadi target tangkapan. Proyek kami bertujuan memiliki inisiasi terhadap konservasi…

Read more
Pentingnya Hubungan dan Keterikatan Pemangku Kepentingan dalam Rencana Pembangunan Konservasi

Membentuk Kawasan Konservasi Perairan (KKP) merupakan sebuah cara yang luar biasa untuk upaya konservasi kehidupan laut dan habitatnya. Namun, banyak KKP yang tujuannya tidak matang dan efektif. Hal ini karena, adanya ketidaksetujuan dari komunitas lokal dan para pemangku kepentingan yang ada di dalamnya. Keterikatan pemangku kepentingan dalam seluruh proses pembangunan dari kawasan konservasi perairan (KKP)…

Read more
TARGET THRESHER SHARK PROJECT DI TAHUN 2020

Bagaimana project ini bermula? Apa yang membuat Anda memutuskan untuk fokus pada konservasi hiu Thresher? Populasi hiu Thresher  menurun secara drastis di seluruh dunia, tetapi masih sedikit informasi mengenai spesies ini. Kami adalah proyek pertama di Indonesia yang berfokus pada konservasi hiu Thresher. Ide awal dari proyek ini muncul pertama kali saat kami mendapatkan informasi…

Read more

"Jumlahku terus menurun,
bantu aku agar tetap hidup di habitatku
di Selat Pantar dan Laut Indonesia."


80%

Penurunan jumlah Hiu Tikus selama 10 tahun terakhir

50%

Sebagai tangkapan sampingan pada perikanan tuna

±US$ 13JT

Per tahun sebagai atraksi wisata selam

Sumber: Laporan Kementerian Kelautan dan Perikanan (2016) dan Cruz, C (2016)

Thresher Shark (Hiu Tikus) Alopias pelagicus

Masuk kategori "Vurnerable" dari International Union for Conservation of Nature (IUCN) atau kategori "rentan mengalami kepunahan"

Dilindungi dalam Permen KP No. 26 Tahun 2013 & Termasuk dalam daftar CITES Appendix II sebagai jenis yang dilarang diekspor

Selengkapnya

BANTU KAMI

Mari terlibat dalam upaya konservasi hiu tikus




ALAMAT

Thresher Shark Project Indonesia
Alor Island, East Nusa Tenggara
Indonesia
[email protected]

TENTANG

Thresher Shark Project Indonesia didirikan pada 2018 dengan dukungan awal dari Conservation Leadership Programme (CLP) for Asia Pacific Region. Projek ini bertujuan untuk melindungi hiu tikus (Alopias pelagicus) yang terancam punah di Pulau Alor, Indonesia dengan menyelidiki habitat kritisnya, pentingnya hiu tikus secara sosial-ekonomi untuk masyarakat sekitar dan sosialisasi terkait konservasi hiu tikus ke sekolah-sekolah lokal. Kami menggabungkan penelitian dan pelibatan masyarakat untuk menginformasikan keputusan kebijakan untuk perlindungan spesies hiu tikus.

           
Copyright © 2019 Thresher Shark Project Indonesia