Thresher Shark Indonesia merupakan sebuah inisiatif yang bergerak di bidang konservasi Hiu Tikus berbasis masyarakat. Thresher Shark Indonesia dipelopori oleh anak muda Indonesia pada tahun 2018, dengan tujuan proyek ini adalah untuk memahami kerentanan populasi dan habitat kritis Hiu Tikus dengan melibatkan komunitas lokal.
Baca SelengkapnyaPelajari lebih lanjut tentang aktivitas terbaru kami; mulai dari penandaan hiu tikus pertama dengan tanda satelit (satellite tag), mengunjungi sekolah-sekolah lokal untuk membacakan buku cerita hiu tikus, hingga bertemu dengan Bupati Alor.
Konservasi mangrove bukanlah gerakan yang selesai dalam hitungan bulan. Ia adalah perjalanan panjang yang bisa memakan waktu bertahun-tahun, bahkan tanpa jaminan keberhasilan. Upaya ini ibarat sebuah “perjudian” dengan alam. Bukan karena kurang perencanaan, tetapi karena alam memiliki kehendaknya sendiri. Kita bisa menanam dengan metode terbaik, namun pada akhirnya, alam yang menentukan mana yang bertahan. Program…
Read moreFungafeng, Alor — Pada Jumat (24/10) Thresher Shark Indonesia (TSI) menyelenggarakan sosialisasi restorasi mangrove di Desa Fungafeng yang merupakan salah satu desa pesisir di Kabupaten Alor. Kegiatan yang berlangsung di aula kantor desa ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mangrove dalam melindungi garis pantai dari abrasi. Abrasi telah menjadi masalah serius yang dihadapi masyarakat…
Read moreThresher Shark Indonesia dengan bangga mengumumkan bahwa Rafid Shidqi, mahasiswa Duke University sekaligus pendiri Thresher Shark Indonesia, terpilih sebagai salah satu dari 37 penerima Quad Fellowship 2025. Memasuki tahun ketiganya, Quad Fellowship merupakan program beasiswa yang mendukung mahasiswa magister dan doktoral berprestasi di bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM) di Amerika Serikat, dan untuk…
Read moreMari terlibat dalam upaya konservasi hiu tikus